Kamis, 28 April 2011

Pengertian Pergaulan Bebas (esp Remaja)

Bergaul merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang remaja untuk memperoleh kesenangan, bersosialisasi tanpa pertimbangan hasil akhir. Pergaulan yang dilakukan oleh remaja lebih menyenangkan jika dilakukan dengan teman-teman seusianya. Hubungan sosial ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, mereka dapat bercerita dengan lugas, tanpa canggung (menumpahkan keluh kesah serta hal-hal mengganjal di hati mereka) dan sebagainya. Tetapi dampak negatif yang diperolehpun juga tidak sedikit, misalnya berbohong karena tekanan teman-temannya, berkata kotor, berjudi dan sebagainya. Kondisi seperti inilah yang akan mempengaruhi penyesuaian diri terhadap lingkungan.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam etika pergaulan.
Pergaulan adalah salah satu kebutuhan hidup manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship). Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskrriminasi, sebab hal itu melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat.
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia ini, patut kita syukuri. Karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/ kemajuan industri masyarakat. Meskipun perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, tetapi bisa saja kemajuan itu membawa kepada kemunduran, seperti halnya dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, yaitu budaya pergaulan bebas tanpa batas. Contohnya, narkoba yang merupakan suatu kemajuan dalam bidang medis yang dicapai oleh manusia yang ditujukan untuk membantu manusia dalam aspek medis. Jadi, jika narkoba dipakai diluar aspek medis dan tanpa batas atau aturan, itu adalah suatu pelanggaran dalam hukum, agama, maupun norma. Oleh karena itu, kalau pergaulan bebas tetap teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia, tentunya tidak akan menimbulkan masalah-masalah seperti saat ini.
Adapun yang termasuk pergaulan bebas itu, antara lain:
1.    Merokok, Berjudi, Tawuran, dan Geng Motor.
Merokok bukanlah suatu hal yang fenomenal lagi di kalangan remaja. Pemda setiap daerahpun menyatakan 90% dari remaja laki-laki adalah perokok aktif. Bahkan, rokok sudah menjadi makanan pokok bagi mereka. Pada kalangan balita pun telah ada yang merokok.
Judi, permainan dengan taruhan uang ini sudah tercatat di KUHP sebagai perbuatan kriminal. Setiap orang yang mengikuti kegiatan tersebut pun akan menerima sanksi berupa hukuman penjara dan denda uang. Di Sumbawa, beberapa remaja sudah mulai menjadikan kegiatan ini sebagai hiburan dan hobi. Sebagaimana peristiwa beberapa waktu yang lalu yang bertempat di SMPN 1 Sumbawa, dimana beberapa siswa laki-laki kelas 9 tertangkap tengah bermain judi ketika kegiatan sekolah berlangsung.
Tawuran sebagai kegiatan yang sangat berbahaya ini dapat menghancurkan masa depan serta menghilangkan nyawa seseorang. Para remaja yang pernah tawuran merasa dirinya sebagai seorang yang tangguh dan pemberani. Padahal, dibalik bayangan semu itu melimpah berbagai resiko. Namun, dengan bergaya preman, mereka sebut itu sebagai kegiatan-kegiatan orang bernyali. Hal ini pun sudah sering terjadi di kota-kota besar, oleh siswa SMA maupun SMP.
Geng motor. Di satu sisi, geng motor merupakan bentuk pergaulan yang positif. Banyak pengetahuan mengenai otomotif yang bisa para remaja dapatkan, terutama bagi pecinta otomotif. Dan di sisi lain, mulai terungkap bahwa beberapa geng motor yang memang sebagian besar terdiri dari remaja ini melakukan tindakan-tindakan anarkis. Contohnya geng motor di Bandung, mereka menodong orang-orang di jalan, menghancurkan fasilitas umum, serta merampok toko-toko. Selain itu, banyak juga geng motor yang tidak mengenal waktu dan tempat. Mereka berpesta dan membuat keributan sesuka hati. Hal-hal negatif inilah yang membuat geng motor dicap sebagai bentuk pergaulan bebas.
2.    Konsumsi Narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan-bahan Berbahaya).
Narkotika adalah zat-zat atau bahan aktif yang bekerja pada system saraf dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan rasa sakit. Jenis-jenis narkotika ini antara lain putaw/ heroin, ganja, kokain, dan morfin.
Psikotropika adalah zat-zat atau bahan aktif yang bekerja pada system saraf pusat dan dapat menyebabkan perubahan pada mental dan perilaku. Jenis-jenis psikotropika ini antara lain ekstasi, sabu-sabu, dan pil KB.
Bahan-bahan berbahaya adalah bahan kimia yang mudah meledak dan terbakar. Contoh bahan-bahan berbahaya ini antara lain alkohol, spiritus, bensin, dan pelarut cat.
Narkoba dapat meningkatkan atau menghambat kerja otak dan menimbulkan daya khayal. Secara medis, resiko yang akan ditanggung pecandu narkoba adalah rusaknya system saraf (gila), turunnya kualitas berpikir dan daya ingat, rusaknya bagian organ vital tubuh, terjangkit penyakit hepatitis dan HIV AIDS, dan over dosis hingga kematian. Sedangkan secara psikososial, resikonya antara lain menjadi pemurung, pemarah, pencemas, depresi, menimbulkan sikap masa bodoh, dan menjadi pencuri. Adapun resiko secara hukum berupa hukuman penjara 4 tahun, sesuai dengan pasal 78 dan 79 UU No. 22 tahun 1997.
3.    Pacaran dan Seks Bebas
Pacaran merupakan satu konsep yang sama dengan pergaulan bebas. Dari sumber di atas, telah diketahui bahwa pergaulan bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur baur antara lawan jenis, sehingga berkembanglah budaya pacaran.
Kecintaan terhadap lawan jenis memanglah fitrah manusia. Namun cinta bukanlah sekedar pandangan mata, kerlingan, ataupun lembaran surat yang berisi pujian kata yang melebihi dari ikatan pernikahan. Banyak remaja yang mengagungkan dan memproklamirkan kata cinta. Namun gambaran dan kenyataan pahit mewarnai dunia cinta remaja dengan banyaknya remaja yang memiliki cinta melakukan hal yang keji. Betapa banyak cinta remaja yang berujung pada pembunuhan bayi-bayi yang tak berdosa, mengakibatkan suramnya masa depan generasi mendatang, dan cinta itu pun dijajakan pula di sembarang tempat oleh remaja wanita berbusana minim.
Pacaran sebagai pergaulan bebas di kalangan remaja itu pun telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Sangat tragis, ternyata pacaran tidak hanya sebatas bergaul melainkan terkadang mendorong untuk melakukan hal yang lebih tidak di sukai oleh agama, seperti bercumbu rayu, berciuman dan bahkan terjebak dalam perzinahan.
Memang tidak ada salahnya jika pacaran dikatakan pergaulan bebas. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Padahal, bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Jadi pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
Setiap agama seperti Islam juga telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Sebagaimana tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya setiap orang menjaga pandangan mata dalam bergaul. Sedangkan, dalam pergaulan bebas banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam etika pergaulan antar-jenis.
Dari uraian di atas pun, telah jelas bahwa pacaran (terutama bila berlebihan) itu tidak di perbolehkan, bahkan melihat lawan jenis secara khusus pun tidak boleh. Karena hal itu merupakan awal untuk melangkah pada garis selanjutnya seperti seks bebas. Jadi, pergaulan bebas ini harusnya dilarang keras karena tidak dapat menjamin kesucian seseorang, terutama generasi muda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Words of Wisdom

Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta

Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru

Jika A sama dengan kesuksesan, maka rumusnya adalah A=X+Y+Z. X adalah kerja, Y adalah bermain, Z adalah menjaga mulut agar tetap bungkam


By Albert Einstein
source: Words of Wisdom - Einstein