Kamis, 28 April 2011

Apa Ini Aku? (Dilema)

Tanda-tanda kehidupan merasuk tubuh. Detak jantung bak alunan tabuh. Darah mengalir deras hingga ubun-ubun. Seberkas cahaya menyentuh lembaran baru.
Aku terbangun dari pingsan. Masih kuingat pagi yang suram ini. Ayah dan ibu bertengkar lagi. Nafsu makanku hilang. Ditambah upacara, kepalaku jadi pusing. Tak mampu kupertahankan diri.
“Tadi sudah makan dek?”sayup-sayup suara lembut kak Dea, kakak kelasku, ketua PIKRR.
“Belum, tapi nanti saya makan sih Kak.” Kuperhatikan sekelilingku. Serba putih. Banyak obat-obatan. Tenang dan damai. Ini pertama kalinya aku terbaring di UKS.
“Jangan ditunda-tunda.”
“Iya Kak, saya balik ke kelas dulu ya Kak. Makasih Kak.” Segera ku beranjak menuju kelas.

Belajar Saling Menghargai

Menghargai orang lain adalah landasan ‘kunci’ pemikat hati. Sehingga orang lain juga terpikat untuk menghargai kita. Tidak ada yang sulit sebenarnya, jika semuanya dikembalikan ke hati masing-masing. Jika selama ini kita selalu merasa ingin dihormati dan dihargai, di lembah yang sama, orang lain juga ingin diperlakukan demikian. Dengan begitu, egoisme tidak akan muncul. Yang lahir adalah ‘simbiosis mutualisme’: saling hormat-menghormati, saling harga-menghargai. Maka belajarlah untuk menghargai orang lain!
Kata orang-orang agak sulit menghargai orang lain. Bisa jadi pendapat ini benar. Karena secara fitrah, manusia selalu ingin “dihargai”, bukan “menghargai”. Artinya, manusia itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin “difahami”, namun jarang sekali berusaha untuk “memahami”. Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.

Pergaulan Bebas Remaja

Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas. Bukan hanya remaja nakal, anak baik yang disebut anak rumah pun bisa terjebak hingga mengalami ‘kecelakaan’.
Pergaulan bebas adalah suatu lubang hitam yang dapat menjerat dan menjerumuskan siapa saja (terutama mereka yang mudah tergoda) sampai pada titik kehancuran dan penyesalan.

Hal-hal yang Menyebabkan Para Remaja Terjerumus dalam Pergaulan Bebas dan Upaya untuk Mengatasinya

Problem remaja yang dihadapi para orang tua, adalah problem yang tidak pernah selesai dan selalu berganti-ganti kasusnya. Problem remaja bukan hanya monopoli masyarakat kota besar, tapi juga termasuk kota-kota kecil. Meskipun banyak tempat-tempat ibadah (sebagai benteng pertahanan norma-norma iman dan moral) bermunculan, namun angka pertumbuhan pergaulan bebas inipun tetap meningkat.
Rata-rata mereka yang telah masuk ke dalam pergaulan bebas tsb. mengungkap beberapa alasan yang sama akan apa yang menyebabkan mereka seperti itu. Mereka mengatakan bahwa kasih sayang yang kurang dari orang tua, rumah yang selalu berperan sebagai gelanggang pertengkaran, paksaan-paksaan/ tekanan dariorang tua, putus cinta, ekonomi rendah/ miskin, kegagalan/ tidak tercapainya harapan, serta kurangnya kepedulian/ pengertian dari orang-orang sekitar sebagai alasan tsb. Padahal, bagaimana pun juga tak ada alasan untuk terjun ke dalam pergaulan bebas.

Dampak dari Pergaulan Bebas pada Remaja

Ketika kita berpegang pada hakikat pergaulan yang sesungguhnya, dengan mengikuti rambu-rambu norma hukum, agama, budaya dan masyarakat, yang dianut oleh setiap kelompok masyarakat,  pergaulan bebas akan menampilkan dampak positifnya. Dengan bergaul secara bebas tapi taat norma, setiap individu dapat belajar untuk mandiri, mengetahui kelebihan dan kekurangan, mendewasakan secara psikis, mental dan masih banyak lagi manfaat positif lainnya. 

Pengertian Pergaulan Bebas (esp Remaja)

Bergaul merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang remaja untuk memperoleh kesenangan, bersosialisasi tanpa pertimbangan hasil akhir. Pergaulan yang dilakukan oleh remaja lebih menyenangkan jika dilakukan dengan teman-teman seusianya. Hubungan sosial ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, mereka dapat bercerita dengan lugas, tanpa canggung (menumpahkan keluh kesah serta hal-hal mengganjal di hati mereka) dan sebagainya. Tetapi dampak negatif yang diperolehpun juga tidak sedikit, misalnya berbohong karena tekanan teman-temannya, berkata kotor, berjudi dan sebagainya. Kondisi seperti inilah yang akan mempengaruhi penyesuaian diri terhadap lingkungan.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam etika pergaulan.

BUMI, LINGKUNGAN, ALAM, DAN MANUSIA

Nih entri adalah jawaban ku waktu ikut tes 'komunitas penjaga pulau'. Tapi, jawabanku ini nggak ngaur kok, ni hasil dari penggabungan opini n fakta.. Yang pasti baca dulu aja deh.. :) 

Menurut kalian apa yang terjadi pada bumi dan lingkungan dan alam tanpa manusia?

Sebagaimana system interdependency bahwa bumi, lingkungan dan alam tidak memiliki ketergantungan kepada manusia melainkan sebaliknya. Bumi, lingkungan dan alam akan tetap bertahan (ada) dengan siklus-siklusnya seperti 4 milyar tahun lalu (sebelum manusia ada). Tetapi bukan berarti bumi, lingkungan, dan alam akan terus berada dalam keadaan/ wujud yang sama. Dalam siklusnya tsb., pasti akan ada perubahan pada alam. Batu yang ditetesi air secara terus menerus saja kemudian menjadi licin, pecah dan berubah wujud menjadi tanah. Inilah proses alam, ketika bumi, lingkungan dan alam mengalami siklus-siklusnya secara berkala, pasti akan terjadi perubahan. Jadi, sekalipun tanpa ada campur tangan/ kehadiran manusia, alam tetap mengalami perubahan, entah itu oleh tenaga endogen yang konstruktif (membangun) maupun oleh tenaga eksogen yang destruktif (merusak).

Words of Wisdom

Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta

Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru

Jika A sama dengan kesuksesan, maka rumusnya adalah A=X+Y+Z. X adalah kerja, Y adalah bermain, Z adalah menjaga mulut agar tetap bungkam


By Albert Einstein
source: Words of Wisdom - Einstein